Mengapa Kencing Nanah Tidak Kunjung Sembuh?

Penyakit gonore atau kecing nanah merupakan infeksi menular seksual yang paling umum kedua setelah infeksi kelamin oleh jamur chlamydia. Kabar buruknya penyakit ini makin tidak mempan lagi diobati dengan antibiotik yang ada saat ini.

Seperti dilansir dari BBC News Health, Selasa (11/10/2011), dokter Inggris menyatakan bahwa antibiotik yang biasanya digunakan untuk mengobati gonore tidak efektif lagi karena sekarang gonore sangat resistan terhadap obat tersebut.

Health Protection Agency (HPA) Inggris mengatakan bahwa, saat ini sedang menuju ke suatu titik ketika penyakit tidak dapat disembuhkan kecuali pengobatan baru dapat segera ditemukan.

Untuk saat ini, dokter harus berhenti menggunakan cefixime yang biasa digunakan untuk mengobati gonore. Sebagai gantinya dokter dapat menggunakan kombinasi dua antibiotik yang lebih kuat. Salah satunya dalam bentuk pil sedangkan satunya dalam bentuk injeksi atau suntikan.

HPA mengatakan bahwa, perubahan prosedur tetap atau pedoman pengobatan gonorrhea diperlukan karena perlawanan terhadap penyakit tersebut meningkat.

Strain bakteri yang resisten

Tes pada sampel yang diambil dari pasien dan dibiakan di laboratorium menunjukkan penurunan kerentanan hampir 20 persen kasus pada tahun 2010 terhadap antibiotik cefixime yang biasanya digunakan untuk pengobaan gonorrhea, dibandingkan dengan hanya 10 persen dari kasus pada tahun 2009.

Seperti pada tahun 2005, tidak ada bakteri gonorrhea dengan penurunan kerentanan pada cefixime yang ditemukan di Inggris.

Bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebabkan infeksi penyakit tersebut memiliki kemampuan luar biasa untuk menyesuaikan diri dan telah memperoleh resistensi.

Resistensi merupakan kondisi berkurangnya kerentanan atau keefektifan suatu obat antibiotik terhadap suatu bakteri tertentu.

Melihat riwayat resistensi bakteri Neisseria gonorrhoeae terhadap beberapa antibiotik, dapat disimpulkan bahwa bakteri tersebut memiliki kemampuan menyesuaikan diri. Bakteri tersebut pertama mengalami resistensi terhadap antibiotik penisilin, kemudian tetracyclines, ciprofloxacin, dan sekarang cefixime.

Baca Juga: Apa Yang Terjadi Jika Penyakit Kencing Nanah Tidak Diobati?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa antibiotik lini pertama yang digunakan dapat berubah ketika terjadi kegagalan pengobatan pada pasien mencapai 5 persen. Tetapi untuk cefixime, sedang dibahas mengenai rencana perubahan tersebut, oleh karena kenaikan yang mengkhawatirkan dalam perlawanan dari bakteri yang muncul.

Prof Cathy Ison, seorang ahli gonorrhea dari HPA Inggris mengatakan hasil tes laboratorium telah menunjukkan penurunan dramatis dalam sensitivitas obat yang digunakan sebagai pengobatan utama untuk gonorrhea. Penurunan dramatis tersebut menyajikan ancaman yang sangat nyata mengenai pengobatan gonorrhea di masa mendatang.

“Kami sangat khawatir sehingga merekomendasikan bahwa pedoman pengobatan gonorrhea direvisi pada bulan Mei tahun ini. Hal tersebut dilakukan untuk merekomendasikan obat yang lebih efektif. Tetapi rekomendasi perubahan pedoman pengobatan tersebut tidak akan memecahkan masalah, seperti riwayat sebelumnya bahwa resistensi terhadap terapi tersebut akan terus berkembang. Oleh karena tidak adanya pengobatan alternatif baru untuk saat ini, kita akan menghadapi situasi di mana gonorrhea tidak dapat disembuhkan,” kata Prof Ison.

Pasien yang menolak antibiotik dalam bentuk injeksi atau suntikan akan ditawarkan antibiotik oral sebagai gantinya. Hal tersebut sekaligus menyoroti pentingnya perilaku seks yang aman, terlebih jika antibiotik baru untuk pengobatan penyakit gonorrhea tidak dapat ditemukan.

“Sehingga mungkin suatu saat perilaku seks yang aman akan menjadi satu-satunya cara untuk mengendalikan infeksi gonorrhea di masa mendatang,” ujar Prof Ison.