Bahaya Wasir dan Cara Mencegahnya

Ambeien sebenarnya adalah pembengkakan pada pembuluh darah yang ada di sekitar anus. Penyebab dari wasir sangat beragam, umumnya karena adanya tekanan besar. Pada kasus ringan, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Bahaya Komplikasi Wasir Jika Ditak Dibiarkan

Namun, pada beberapa kasus bisa juga bertambah parah. Seiring waktu, komplikasi akan terjadi akibat ambeien yang semakin memburuk, di antaranya:

  1. Infeksi

Ada dua jenis ambeien yang perlu Anda ketahui, yakni ambeien luar dan dalam. Jenis ambeien luar atau hemoroid eksterna sering kali menyebabkan benjolan ambeien pecah. Kondisi ini akan menyebabkan wasir berdarah.

Rasa nyeri akan jadi lebih parah disertai dengan BAB berdarah. Jika tidak diobati, bekas pecahan ambeien yang menjadi luka terbuka akan mengundang bakteri.

Bakteri akan menjadikan luka tersebut sebagai rumah untuk berkembang biak. Jumlahnya yang tidak terkendali ini nantinya akan menyebabkan infeksi. Infeksi inilah yang menjadi salah satu bahaya akibat penyakit wasir akibat tidak diobati dengan benar.

Ambeien yang terinfeksi ini akan menimbulkan gatal luar biasa di anus, disertai dengan kemerahan, pembengkakan, dan demam. Tanpa perawatan, infeksi bisa menyebabkan abses (benjolan berisi nanah) atau kematian jaringan.

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik seperti doxycycline (Doxteric) untuk membunuh bakteri penginfeksi.

  1. Anemia

Meskipun jarang terjadi, situs Mayo Clinic menyebutkan bahwa anemia adalah salah satu komplikasi akibat ambeien yang tidak diobati.

Anemia menandakan tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang membawa oksigen ke sel-sel tubuh. Bahaya penyakit wasir ini bisa saja terjadi akibat ambeien eksternal yang pecah dan mengeluarkan banyak darah.

Ketika anemia terjadi, seseorang akan mengalami kelelahan, pusing atau sakit kepala dan sesak napas. Dokter kemungkinan menerapkan dua perawatan sekaligus, yakni untuk mengatasi ambeien sekaligus anemia.

  1. Gumpalan darah

Selain bisa pecah, wasir luar juga bisa menyebabkan terbentuknya gumpalan darah. Adanya penggumpalan darah bisa menimbulkan rasa gatal parah pada anus dan nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum.

Tentunya, gejala ini bisa mengganggu aktivitas, terutama ketika Anda duduk, mengangkat barang, dan bergerak aktif. Bahaya ambeien ini bisa diobati dengan mengempeskan gumpalan darah dan mengeringkannya.

Prosedur ini dikenal dengan thrombectomy, dilakukan dengan anestesi lokal. Waktu paling efektif melakukannya yaitu 72 jam setelah gumpalan darah terbentuk.

  1. Prolaps

Akibat ambeien internal tidak diobati dengan benar, prolaps bisa terjadi. Prolaps menandakan bahwa benjolan wasir yang ada di dalam, keluar dari anus. Bahaya dari komplikasi penyakit wasir ini adalah rasa nyeri yang sangat parah saat duduk dan buang air besar. Bahkan, bisa memicu terbentuknya gumpalan darah.

Jika kondisi ini sudah terjadi, dokter akan merekomendasikan pengobatan berupa ligasi pita karet yaitu Menempatkan pita karet di benjolan ambeien untuk menghambat sirkulasi sehingga benjolan akan menyusut.

Selain itu, ada pula prosedur sclerotherapy yaitu menyuntikkan cairan kimia khusus ke benjolan wasir sehingga benjolan menyusut. Dokter juga dapat merekomendasikan tindakan koagulasi yaitu mengempiskan benjolan wasir dengan bantuan sinar laser, infrared, atau sinar panas.

Terakhir, rekomendasi yang dapat diberikan dokter yaitu operasi pengangkatan jaringan ambeien di sekitar usus.

  1. Strangulasi ambeien

Stangulasi dapat terjadi akibat ambeien yang tidak diobati dengan tepat. Kondisi ini menandakan suplai darah ke ambeien yang bermasalah terputus, sehingga akan menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan.

Penyumbatan aliran darah terjadi akibat adanya pembengkakan dan pengerutan pembuluh darah oleh otot sfingter di sekitar anus.

Baca Juga: Manfaat Kunyit Untuk Mengobati Wasir

Cara Mencegah Wasir

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah wasir atau hemoroid:

  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat. Perbanyaklah konsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Mengonsumsi jenis-jenis makanan ini berguna untuk melembutkan dan meningkatkan jumlah tinja yang dikeluarkan.
  • Minum banyak cairan. Minumlah 8 gelas air putih setiap hari untuk mempertahankan tinja tetap lunak.
  • Jangan mengejan berlebihan. Mengejan dan menahan napas saat mencoba mengeluarkan kotoran menciptakan tekanan cukup besar bagi pembuluh darah di bagian bawah rektum.
  • Jangan menunda BAB. Menunda BAB hingga keinginan itu menghilang dapat mengakibatkan tinja mengering dan sulit dikeluarkan.
  • Berolahraga. Berolahraga secara rutin dapat mencegah konstipasi dan obesitas, yang merupakan faktor risiko timbulnya wasir.
  • Hindari duduk terlalu lama. Duduk terlalu lama, termasuk kebiasaan membaca saat BAB, dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus.
  • Hindari mengangkat benda berat. Jika harus mengangkat benda-benda berat, buang napas dan jangan menahannya saat mengangkat beban berat.
  • Jika hamil, tidurlah dengan posisi miring. Posisi ini bisa menurunkan tekanan pada pembuluh darah di panggul dan membantu mencegah wasir membesar.